Sunday, November 23, 2014

Bagian 6



Ditulis oleh : nicholas ishak 1801413426

Kami memeriksa keadaan biopori kami setelah beberapa hari membiarkannya . 

Disela sela hari itu ternyata hujan mengguyur sebanyak 2x dan membuat biopori kami menunjukkan kerjanya , berikut beberapa foto yang kami ambil saat pengecekkan


 Sampah mulai terdorong masuk dan kami menambah beberapa dayn agar lebih padat lagi , biopori terlihat masih kuat dan aliran air juga mengarah ke biopori , dengan demikian kamu mengambil kesimpulan biopori kami berhasil dalam fungsinya .


Penylis : Nicholas 


Bagian 7

Oleh : Helga ananda LB62

Di hari awal biopori kami , kami diminta oleh ibu kepala TK untuk membuat biopori yang tinggi pipanya tidak lebih pendek dibanding lubangnya .

Di lubang biopori yg pernah digali di TK sebelumnya ada masalah dimana lubang lebih dalam dari pipa dan menyebabkan tanah jeblos saat hujan deras . 

Kemudian kami memebunihi janji kami dan membuat yang pipanya menyentuh dasar lubang dan memadati pinggiran dengan tanah agar tidak jeblos saat banjir kelak .

Kami mendapan respon yang baik dari kepala TK risyanti ini dan biopori kami juga rapi dan kami sudah bekerja dengan tekun menurutnya . 

Dengan demikian kami puas dengan hasil biopori ini yang memenuhi keinginan. TK risanti ini 

Helga ( kanan) dan giovanni (kiri)

Friday, November 21, 2014

Bagian 5

Penulis :  Heri 1801427772

 


Berakhirnya total penggalian 8 buah Biopori kami yang dapat dikatakan Rapi ini , kami kembali memeriksa keadaan biopori kami yang kami buat saat hari pembuatan pertama dengan Linggis , ternyata Hasil Biopori kami menggunakanLinggis jauh lebih bagus dan tertata di banding yang menggunakan Bor , wajar saja waktu lama itu tidaklah siasaia

Gambar sisip 2

( Biopori menggunakan Bor Biopori)


( Menggunakan Linggis)

Setelah hujan yang mengguyur di hari jedah antara penggalian pertama dan kedua , kami melihat bahwa biopori kami dapat bekerja dengan baik , dimana tidak terlihat adanya tanda genangan yang tinggi dan hanya ada tanah basah saja.

 

 

Kesimpulan :

Menggunakan Linggis memang susah namun hasil lebih bagus dari Bor , namun penggunaan linggis sangat tidak disarankan karena merusak tangan .

Tidak baik menambahkan air yang terlalu banyak saat penggalian biopori karena dapat merusak lubang dengan terlalu cairnya tanah yang akan kembali ditutup.

 

 


Wednesday, November 19, 2014

Bagian 3

Penulis : Daniel Tham 1801442034



Penggalian Tahap ke 2 kami dimulai dengan cuaca yang mendung dan mendukung , pada hari ini kami berhasil mendapatkan Bor untuk biopori sebagai pengganti Linggis .
Ternyata Bor biopori ini jauh lebih ampuh disbanding Linggis ! kemarin kami perlu waktu lebih dari 1 jam untuk sebuah lubang biopori namun kini cukup 20 menit kirakira untuk 1 lubang dan tangan kami pun tidak terluka sebanyak kemarin

Penggalian pun kami lanjutkan dengan target menyelesaikan penggalian pada hari ini , namun cuaca kian mendung membuat kerja kami makin di percepat .


Meski menggunakan Bor tangan diluar dugaan banyak tanah yang memiliki batu yg cukup besar dan banyak pada dalamnya , sehinga kami kesulitan mencari lokasi yang cocok .


Sampah pun mulai kami kumpulkan kembali untuk memenuhi lubang biopori , kami banyak mengumpulkan dedaunan dari sekitar bangunan TK Risanti ini

Penulis : Daniel


bagian 2

oleh Ignatius Arya 18014300634



                  Pembuatan dengan linggis memakan waktu lebih lama dari yg kami prediksi hingga pada pembuatan tahap pertama ini kami menghabiskan 3 jam untuk menggali lubang lubang ini .

 akhirnya lubang cukup dalam untuk menanam pipa agar tertancap dengan mantap dan kami juga segera merapatkan kembali bagian samping dengan tanah dan memasukan sampah daun ke dalam pipa  
 

Dan akhirnya kamipun menutup dan merapikan biopori kami , biopori kami terlihat rapi dan pipanya menempati panjang yang tepat hingga kemungkinan kecil untuk jeblos seperti yang ditakuti orang saat menggali biopori  , kami menekan biopori kami sedikit dalam agar aliran air saat hujan  dapat tertuju pada biopori kami ini, dengan demikian tugas biopori ini dapat makin terjalankan .



Kesimpulan : 
  Pembuatan dengan linggis sangat sulit hingga memakan waktu yang lama , namun hasil tetap bagus dan rapi seperti menggunakan bor biopori .

Penulis : ARYA