Oleh Giovanni LC62 1801441594
Cuaca : mendung
Berikut bahan yang kami gunakan sebagai peralatan :
- Linggis
- pipa
- palu
- tutup pipa
- paku
- plastik
Setelah melengkapi peralatan kami , kami mulai project biopori ini , pertama menentuka ukuran pipa biopori .
Kami menyetujui ukuran panjangnya yaitu 50 cm . Kami mendapat info yang berkata baiknya 1 meter , namun pemilik tempat kami menggali mengatakan kalau kelompok terdahulu tanahnya jeblos karena terlalu dalam dan tak seimbang . Jadi kami putuskan ukuran kami adalah kisaran 40-50cm
Untuk diameternya kami menentukan untuk mengambil standart dari yang ada di internet ; 10 cm (3inc) Lebar lubang ini kami pilih juga karena rangan masih bisa leluasa masuk hingga dapat memasukan sampah hingga ke bagian yang cukup bawah dari pipa ini .
Menggali dengan linggis diluar dugaan cukup sulit dan tangan kami pun kulitnya mulai terkelupas , penggunaan linggi yang berat ini cukup memerlukan konsentrasi karena kadang posisi suka meleset saat ingin mwnghancurkan tanah yg keras ini , tak jarang juga kami menggunakan tangan yang kami lapisi plasrik untuk mengambil remaj tanah langsung dari lubang agar lebih cepat , namun kami cukup beruntung cuaca mendug dan ini cukup mendukung proses kami membuat biopori ini.
Keadaan tanah cukup kering namun masih damal kondisi yang bisa kami pecah dengan linggis , disaat tertentu kami memberi sedikit air untuk memperlunak tanah , namun hal ini tidak banyak dibutuhkan karena tanah merah sudah cukup basah karena hujan malam lalu.
2 dari kami mengkonsentrasikan pekerjaanya pada pembologan tutup pipa dengan paku yg dibakar sedikit dan dengan palu , memalu pun harus pelan namun kuat karena dapat memecahkan tutup , kami pun tak sengaja ememcahkan 1 tutup pada percobaan pertama namun berikutnya sudah bagus dan rapi sesuai ekspektasi. pembagian kerja kami cukup adil dan semua pun termasuk wanita dapat bergantian menggali tanah dengan linggis maupun tangan
Penulis : Giovanni 1801441594
“ pada tugas ini saya menyadari bahwa nilai pancasila sila ke 1&3 sangatla penting , dimana tanpa keEsaan tuhan kami tidak dapat menyelesaikan tugas ini , dan danpa persatuan gotong royong pun tugas ini tidak mungkin dapat kita jalani lancer seperti saat ini , karena linggis ini sangat susah dipakai dan semua ikut memakainya untuk menjaga agar yang lain tidak terus menjadi korban rasa sakit terusterusan akibat kasarnya linggis ini”
Heri - Daniel - Bian - GIOVANNI - arya

No comments:
Post a Comment